Logo Teater Saphalta  Komunitas Seni Pertunjukan & Teater Jakarta

Teater Saphalta

Berkarya melalui seni pertunjukan

we are part of Teater Sapta

Beranda Tentang Artikel Berita Galeri Sekretariat
Masuk
Beranda Tentang Artikel Berita Galeri Sekretariat
Masuk
Back to Knowledge Base

KOPRAL WOYZECK

Published: Kamis, 16 April 2026
Author: aisyah
KOPRAL WOYZECK

ADEGAN I

DI RUANGAN KAPTEN. KAPTEN SEDANG DUDUK DI KURSI, WOYZECK SEDANG MENCUKURNYA

KAPTEN

Tenang, Woyzeck. Tenang saja. Selesaikan yang satu dulu, baru yang lain. Kau membuatku pusing. Jangan terburu-buru. Apa artinya sepuluh menit bagiku? Gunakan takmu, Woyzeck. Paling-paling kau akan hidup 30 tahun. Tiga puluh, jadi tiga ratus enam puluh bulan, hari, jam dan menit. Akan kau pergunakan untuk apa waktu yang sesingkat ini? Coba kau perhitungkan untuk dirimu Woyzeck.

WOYZECK

Ya, Kapten.

KAPTEN

Jika aku berpikir tentang keabadian, Woyzeck. Aku jadi khawatir tentang dunia ini. Tugas, Woyzeck. Hanya tugas kita yang abadi. Ya, abadi. Kau tahu itu? Tapi ngomong-ngomong juga tidak terlalu abadi. Hanya sepintas saja. Yah, sekilas saja. Aku menjadi pahit memikirkan dunia yang Cuma sekali berputar selama sehari semalam. Waktu dibuang-buang, diputar kemana kita ini? Tonton kincir angina saja sudah membuatku susah Woyzeck.

WOYZECK

Ya, Kapten.

KAPTEN

Woyzeck, kau selalu kelihatan muram. Orang baik-baik tidak menunjukkan kesusahan hatiny. Seorang disebut baik jika hatinya sehat. Nah, Woyzeck. Bicaralah sesuatu. Bagaimana cuaca hari ini?

WOYZECK

Buruk, pak. Buruk. Angina kencang.

KAPTEN

Memang telah kurasa angina berputar-putar. Angina begini sama saja pengaruhnya dengan tikus. (menyeringai). Aku piker datangnya dari Utara Selatan

WOYZECK

Ya, Kapten.

KAPTEN

Hahaha…. Utara Selatan. Hahaha. Dungu kau. Benar-benar keledai (terharu penuh pengertian) Woyzeck, sebenarnya kau orang baik, tapi (dengan penuh wibawa) tidak punya moral! Moral. Itulah yang harus kau miliki. Mengerti? Satu perakataan agung. Kau kawin dan punya anak tanpa disyahkan gereja. Seperti kata pendeta kita. “Tanpa disyahkan gereja”. Ah, sudahlah. Bukan aku yang menciptakan kata-kata itu.

WOYZECK

Kapten, Tuhan tidak akan menuntut terlalu banyak terhadap seekor cacing hanya karena disebabkan tak seorang pun berkata amin waktu menciptakannya. Tuhan berkata “Biarkan mahluk-mahluk kecil itu dating padaku”

KAPTEN

Apa katamu? Alangkah gilanya jawaban itu. Aku malah jadi bingung. Yang kumaksudkan dengan itu adalah kau, mengerti?

WOYZECK

Menegrti, Kapten. Bagi kami orang-orang miskin, yang diperlukan ialah uang, uang. Jika uang tak ada, yah yak ada moral untuk menwujudkan orang seperti tuan di dunia. Kami hanyalah darah dan daging. Orang-orang seperti kami tak mungkin bersih di dunia atau di mana pun. Andai kata kami masuk surga, kami juga akan diperlakukan dengan cara yang sama.

 

KAPTEN

Woyzeck, kau tidak memiliki akal budi. Laki-laki yang tidak punya pertimbangan. Darah dan daging? Kau tahu, kenapa jika istirahat, dekat jendela sesudah hujan. Aku melihat paha-paha perempuan dari sana.

Ya Tuhan, Woyzeck. Karena aku tahu bahwa cinta itu juga cinta. Aku juga darah dan daging Woyzeck. Tetapi akal budi, pertimbangan. Dengan hal-hal begitulah aku dapat uang dan jalankan waktu ini.

Aku selalu berkata pada diriku “kau orang yang penuh dengan akal dan budi” (BERJALAN) orang baik, seorang lelaki baik.

WOYZECK

Ya, kapten. Akal budi. Saya memang tidak banyak memilikinya. Tetapi Tuan lihat sendiri yang ada pada kami, orang-orang rendah itu sudah sangat alam sifatnya. Misalnya jika saya sekarang memakai topi, jam kantong, membawa tongkat dan pandai berbicara. Saya pasti akan berakal budi juga. Saya tahu bahwa itu baik Kapten. Tetapi saya hanyalah orang rendah.

KAPTEN

Kau baik, Woyzeck. Kau baik. Tapi kau terlalu banyakk berpikir sehingga cepat tua. Kau selalu muram. Nah, ngobrol-ngobrol begini pun membuatku capek. Kau boleh pergi sekarang, tapi jangan lari, perlahan-lahan saja, sabar dan tenang keluar jalan raya.

ADEGAN II

DISEBUAH LADANG YANG JAUH DARI KOTA, WOYZECK DAN ANDRESS MENGUMPULKAN KAYU API DI SEMAK-SEMAK. ANDRE BERSIUL.

WOYZECK

Kau tahu Andress, tempat ini angker. Kau lihat cahaya di rumput sana? Di situlah jamur beracun tumbuh dengan liarnya. Di malam hari, hantu kepala manusia menggeliding di sekitarnya. Suatu ketika seseorang memungutnya, dikira seekor landak. Tiga hari tiga malam ia tergeletak di tempat kayunya (DENGAN SUARA RENDAH) Andress, ternyata ini adalah bekas kuburan.

ANRESS (MENYANYI)

Di sela-sela dedaunan hijau

Sepasang tupai mencari rerumputan

WOYZECK

Diam, Andress. Dengar. Ada sesuatu yang bergerak.

ANDRESS (MENYANYI)

Daun-daun dan rerumputan hijau

Semuanya habis termakan.

WOYZECK

Bergerak di belakangku, di bawahku (IA TERPUKAU DI TANAH) Hampa. Dengar. Kosong di bawah sini. Hantu-hantu kuburan.

ANDRESS

Aku takut.

WOYZECK

Begitu aneh dan tenang. Membuat kau tahan napas…. Andress

ANDRESS

Apa?

WOYZECK

Berkatalah sesuatu (MELIHAT SEKELILING) Andress, lihat. Alangkah terang benderangnya langit di atas kota. Ada api menyala di langit. Ada suara seperti trompet. Ayolah, jangan menoleh ke belakang (MENARIKNYA DARI BELAKANG)

ANDRESS (SETELAH TERLIHAT) 

Woyzeck, kau masih dengar itu?

WOYZECK

Tenang, dengar semuanya kelihatan tenang. Seperti dunia telah mati.

ANDRESS

Dengar, ada suara tambur. Kita harus kembali.

ADEGAN III

DI KOTA, MARIE DENGAN ANAKNYA. DEKAT JENDELA, BERSAMA MARGARET…. SESAAT BERLALU, MAYOR TAMBUR DI DEPANNYA.

MARIE (MENGANGKAT ANAKNYA)

Nah, anakku. Tralala….tralala. kau dengar? Itu mereka dating.

MARGARETH

Bukan main tegapnya orang itu. Besar seperti gunung.

MARIE

Gayanya jantan, seperti singa (MAYOR TAMBUR MEMBERI HORMAT

MARGARETH

Oh, ia mengerling kepadamu, tetangga. Hamper-hampir aku tidak percaya. Kaulah yang dituju.

MARIE (MENYANYI)

Prajurit, betapa gagahnya mereka.

MARGARETH

Matamu masih bercahaya

MARIE

Peduli apa? Punyamu dapat kau bawa ke tukang gadai agar mereka bisa menggosoknya hingga mengilap dan laku dijual.

MARGARETH

Sial kau! (MEMBANTING PINTU) mari buyung. Mau apa sebenarnya orang itu? Barangkali kau memang anak jadah, tetapi kau masih membawa kegembiraan pada ibumu.

 

MENYANYI

Gadis, ada apa di rumah ini?

Anakmu. Tapi dimana suamimu?

Di malam hari aku menyanyi

Mengapa diriku dinodai

Ssst…saying, saying. Hoorre.

Biarkan mereka berbuat seenaknya.

Hanzel, pacu kuda enam ekor

Beri mereka anggur dan rerumputan

Jangan gandum, jangan air telaga

Tetapi anggur dingin menyegarkan. Horree.

Anggur dingin menyegarkan.

PINTU DIKETUK

Siapa? Kaukah itu Franz? Masuklah.

WOYZECK

Tak mungkin, ada tugas memanggil

MARIE

Membelah kayu buat Kapten?

WOYZECK

Ya, Marie.

MARIE

Ada apa Franz? Kau nampak gelisah.

WOYZECK

Marie, terjadi lagi. Berkali-kali. Bukankah telah dikatakan dalam kita suci “Lihatlah adap keluar dari bumi seperti asap kompor”

MARIE

Oh, kau…. (DENGAN IBA HATI)

WOYZECK

Diikutinya aku sampai ke kota. Sesuatu yang tak bisa kita mengerti. Sehingga membuat kita kehilangan akal. Apalagi yang akan terjasi?

MARIE

Franz.

WOYZECK

Aku harus pergi. Kita ketemu di kreamaian nanti malam. Aku punya sesuatu (PERGI)

MARIE

Aduh, aku melihat hantu sampai-sampai tak peduli pada anaknya. Dia akan hancur kalau terus-terusan begini. Kenapa kau diam nak? Takut? Hari sudah gelap seperti mulainya kebutaan. Hanya lampu-lampu jalan yang terang mengerikan.

ADEGAN IV

KERAMAIAN. SEORANG TUA MENYANYI DAN ANAK KECIL MENARI-NARI DIIRINGI ORGEL PUTAR

Segala yang ada di dunia cepat layu

Mau akan mengambil kita semua

Itu kenyataan yang tak bisa lalu

WOYZECK

Yahoo…. Orang tua miskin dan anak sengsara. Gembira dan brengsek

MARIE

Astaga. Jika kebobrokan sudah masuk akal, maka sintinglah kita semua. Alangkah gilanya dunia ini, alangkah indahnya dunia ini

KEDUANYA MENUJU KE TUKANG TERIAK DI DEPAN PINTU STAND PERTUNJUKAN. DI DEPAN PINTU, ISTRINYA PAKAI CELANA DAN SEEKOR KERA BERPAKAIAN

TUKANG TERIAK

Para hadirin, bila Anda melihat mahluk yang diciptakan Tuhan ini sebagai wujud aslinya, maka Anda tidak akan melihat apa-apa. Tetapi seni, lihatlah apa yang seni telah lakukan. Dia telah merubahnya!. Dia dapat berjalan tegak, pakai jaket, celana ketat dan membawa pedang. Inilah monyet prajurit. Ia tak lagi tergolong pada pangkat terendah jenis kejantanan. Ayo beri hormat. Nah, begitulah. Benar-benar jantan tulen. (MEMERINTAH) ayo sekarang ciumi kami (MONYET ITU BERTERIAK SEPERTI TEROMPET) Anak ini benar-benar berdarah musik.

Para hadirin, di dalam akan Anda saksikan juga burung cinta dan kuda satronomi, kesayangan di daratan Eropa yang dapat menebak umur Anda. Jumlah anak Anda dan penyakit yang Anda derita. Pertunjukan akan segera mulai. Ini hanyalah sekedar perkenalan dari perkenalan.

WOYZECK

Ingin nonton?

MARIE

Boleh juga. Pasti bagus. Kau lihat renda baju pada lelaki tadi? Dan istrinya pakai celana? (KEDUANYA MASUK)

MAYOR TAMBUR

Hey tunggu. Coba lihat, alangkah cantiknya.

SERSAN

Astaga. Bagaimana kalau jadi istri seluruh resimen kavaleri?

MAYOR TAMBUR

Dan menyambung turunan mayor-mayor Tambur

SERSAN

Lihat gaya kepalanya. Rambutnya yang hitam. Bukan main lebatnya.

MAYOR TAMBUR

Pandangannya seperti menembus ke suatu arah. Mari kita ikuti dia.

ADEGAN V

DI DALAM GEDUNG PERTUNJUKAN

MARIE

Aduh terangnya.

WOYZECK

Ya, Marie. Seperti berpuluh-puluh kucing hitam dengan mata listrik. Oh, malam yang indah.

TUKANG TERIAK (MENUNTUN KUDA)

Ayo, pertontonkan bakatmu. Tunjukan bahwa kau punya akal. Ayo sudutkan manusia agar malu. Biar mereka tahu. Para hadirin, binatang yang Anda lihat ini, empat kaki di tanah dan sebuah ekor menjuntai adalah anggota dari masyarkat cerdik pandai.

Ia adalah professor di perguruan tinggi kami yang mengajar naik kuda dan main anggar. Kecerdikannya adalah hal bisaa bagi Anda. Tapi ia juga punya cara berpikir ganda. Misalnya, apa ada diantara para hadirin yang cerdik melihat seekor keledai? 

KUDA MENGGELENGKAN KEPALA.

Baiklah. Sekarang manusia sudah dibuat malu. Binatang ini seperti And lihat sendiri dalam keadaan ilmiah yang ideal. Ambil pelajarn darinya. Tetapi sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dikoter Anda sebelumnya, sebab kalau tidak, bisa berbahaya sekali.

Sekarang kita sudah diberi tahu, berbuatlah sewajarnya. Kau diciptakan dari debu, pasir dan kotoran. Kau mau lebih dari pasir, debu dan kotoran? Bagaimana akalmu? Para hadirin walaupun ia tidak punya jari, dia dapat berhitung. Sekalipun dia tidak bisa menghitung dengan jari, mengapa?

Hanya karena dia tidak dapat menyatakannya. Dia tidak bisa menerangkannya. Ia separuh manusia dan binatang. Coba katakan para hadirin, jam berapa sekarang? Apa ada diantara hadirin yang punya jam?

SERSAN

Jam? 

MENGELUARKAN JAM DARI KANTONGNYA DENGAN BANGGA

ini pak.

MARIE

Aku tidak akan lewatkan acara ini 

IA PINDAH KE BANGKU DEPAN, SERSAN MENOLONGNYA

MAYOR TAMBUR

Betapa cantiknya

ADEGAN VI

KAMAR MARIE. MARIE MEMANGKU ANAKKNYA SAMBIL MEMEGANG CERMIN, IA MELIHAT DIRINYA

MARIE

Batu- batunya sanagt gemerlapan. Apa yang dikatakan orang-orang tentang mereka? Tidurlah anakku. Tutup matamu rapat-rapat 

ANAKNYA MENUTUP MATANYA DENGAN TANGAN

Nah, begitu, rapat-rapat terus begitu. Kalau tidak nanti kamu dibawanya pergi 

MENYANYI

Tutuplah nak matamu rapat-rapat

Si pengemis berkeliaran di jalan

Kamu akan dibawanya nanti

Ke kampong rumah tak beratap

MELIHAT DIRINYA

Mestinya ini emas. Andaikata aku bisa menari di tengah mereka, barangkali orang-orang seperti kami punya tempat di pojok dunia dengan sekeping cermin. Tetapi bibirku merah seperti bibir perempuan cantik yang memiliki cermin besar, setiap lelaki terhormat mencium tangannya. Tetapi aku hanya perempuan rendah kebanyakan

ANAKNYA BANGUN

Diamlah nak, tutup matamu. Peri malam sedang menyusuri lorong-lorong

IA MEMUTAR-MUTAR CERMIN

Tutup matamu, kalau tidak mereka akan melemparkan pasir ke matamu hingga buta.

WOYZECK MASUK. IA BERDIRI. TANGANNYA MENUTUP KEDUA TANGANNYA

WOYZECK

Apa yang kau pegang itu?

MARIE

Bukan apa-apa.

WOYZECK

Kelihatan gemerlapan di jari-jarimu.

MARIE

Anting-anting. Aku menemukannya.

WOYZECK

Aku belum pernah menemukan barang begitu sekaligus sepasang.

MARIE

Aku hanya manusia.

WOYZECK

Lupakan itu Marie. Lihat cara anak itu tidur. Angkatlah ke pelukan. Kursi itu menyakitinya. Keringat di dahinya, segala yang ada di bawah mata. Hari ini adalah hidup. Tidurpun berkeringat. Miskin kita. Ini uang lagi, Marie. Gajiku dan pemberian Kapten.

MARIE

Kau baik sekali Franz

WOYZECK

Aku harus pergi. Kita ketemu nanti malam Marie.

MARIE (SENDIRIAN SETELAH ISTIRAHAT SEJENAK)

Tak ubahnya seperti mahluk celaka. Sialan. Aku bisa menikam diriku. Setan. Segalanya untuk setan saja.

ADEGAN VII

DI RUMAH DOKTER

DOKTER

Dan apa yang kulihat Woyzeck? Kau dengan kata-katamu.

WOYZECK

Apa itu dokter?

DOKTER

Aku melihatmu,Woyzeck. Kau kencing di jalan. Kau pepatkan dirimu ke tembok seperti anjing. Tiga ratus rupiah satu hari untuk membersihakn itu semua, Woyzeck. Itu tabiat buruk. Dunia menjadi busuk, sungguh busuk.

WOYZECK

Tapi Dokter, aku sudah tidak tahan. Wajar sekali.

DOKTER

Sudah tak tertahan, sudah tak tahan. Bukankah sudah aku buktikan bahwa otot-otot penarik Vesicae dapat dikendalikan? Woyzeck, manusia adalah mahluk bebas. Kehendak untuk merdeka itulah merupakan sifat individual manusia. Tak bisa menahan kencing.

GELENG KEPALA, TANGANYA DIBELAKANG. MONDAR-MANDIR)

Sudah makan kacang, Woyzeck? Tak lain kecuali kacang melulu. Cruciferae. Ingat itu. Ini akan menyebabkan revolusi dalam pemikiran ilmiah. Akan kuuraikan. Erua 0, 10. ammonium Hydrochlorate, Hyproxidie. Coba kencing lagi, Woyzeck. Masuk ke situ. Coba.

WOYZECK

Tidak bisa dokter.

DOKTER (KESAL)

Kencaing ditembok, bisa. Ckckck. Aku sudah mencatatnya. Aku tulis. Ada di sini rumus semua itu. Apa yang kulihat? Dengan mata kepalaku sendiri aku melihatnya, aku melongok keluar jendela, oleh karena cahaya matahari, kencing itu menguap dan bisa membuat orang bersin. Dan apa yang kulihat? Apa kau bawa katak percobaan untukku? Katak air besar? Polyps? Cristatellum? Jangan dekati mikroskop. Ada sari infusroium di situ, aku akan menyulingnya nanti. Benar-benar kencing di tembok. Yah, aku melihatnya.

MENATAP WOYZECK DENGAN TENANG

Tak apalah Woyzeck, aku tidak jadi marah. Marah adalah tidak sehat dan tidak ilmiah. Aku tenang-tenang saja. Denyut nadiku bisaa saja, tertur 60 dan bicara padamu dengan rileks. Kenapa harus marah pada orang? Tuhan melarangnya. Nah, manusia jika percobaaan gagal padamu… tapi Woyzeck, kau mestinya tidak kencing di tembok itu.

WOYZECK

Apakah dokter belum juga mengerti? Memang orang dididik seperti apa yang telah dokter katakan; berkarakter boleh dibilang. Tetapi tidak dapat menahan kencing adalah soal lain. Sangat wajar. Begitulah alam.

IA MEMBERI ISYARAT DENGAN JEMARINYA

Begitulah, bagaimana bisa saya ejlaskan. Misalnya…..

DOKTER

Woyzeck, kau berfalsafah lagi….

WOYZECK

Begitulah adanya. Yah, dokter, apabila alam sudah mendesak….

DOKTER

Alam mendesak? Apa maksudmu?

WOYZECK

Apabila alam mendesak…. Yaitu apabila sudah tidak tertahan lagi, dunia menjadi gelap dan tuan-tuan terpaksa meraba-raba dengan tangan dan segalanya lepas seperti dalam jarring laba-laba. Begitulah jalannya jika sesuatu terjadi dengan sendirinya dan juga tidak dengan sendirinya jika sesuatu telah menajdi gelap dan tinggal hanya cahaya merah di sebelah barat seperti perapian

IA MENGELILINGI KAMAR

DOKTER

Dan lalu kau berkeliling mencakar-cakar dengan kakimu seperti laba-laba?

WOYZECK

Dokter, pernah tuan melihat sesuatu dengan alam ganda? Jika matahari berhenti berputar pada jam dua belas siang, seakan-akan seluruh dunia terbakar rasanya? Itulah saatnya suara-suara yang dahsyat menyuruh saya.

DOKTER

Woyzeck, kau mengalami Eberratio

WOYZECK (MENUNJUK HIDUNGNYA SENDIRI)

Di dalam jamur beracun., dokter. Di disitulah dia. Apakah donter pernah memerhatikan tanda-tanda jamur beracun tumbuh di rumput? Saying tuan tidak dapat mengetahui apa yang mau diucapkannya.

DOKTER

Woyzeck, kau mengalami Eberratio mentalis Partialis yang paling bagus, bintang kelas dua seratus persen. Woyzeck, kau naik pangkat. Idée fixe tingkat dua tapi dengan keputusan menyusul. Kerja seperti bisaa? Mencukur kapten?

WOYZECK

Masih dokter.

DOKTER

Masih makan kacang?

WOYZECK

Semuanya masih seperti bisaa, dokter. Semua uang Marie yang menerima untuk keperluan rumah.

DOKTER

Tugas lagi sekarang?

WOYZECK

Ya, dokter.

DOKTER

Kau manusia yang menarik, Woyzeck. Kau naik pangkat, baik-baiklah. Mari kuperiksa denyut nadimu.

ADEGAN VIII

KAMAR MARIE; MARIE DAN MAYOR TAMBUR

MARIE (MEMANDANG TAJAM)

Berdirilah. Dada bidang seperti banteng, janggut lebat seperti singa di lingkungan yang diciptakannya. Tak ada wanita yang lebih hebat dariku.

MAYOR TAMBUR

Tetapi hari minggu, jika aku memakai kaus tangan putih dan topi berbunga. Pangeran selalu bilang; ampun, betapa gagahnya orang ini.

MARIE (MENGEJEK)

Betulkah? (MELINTAS DI DEPANNYA) sepertinya memang benar.

MAYOR TAMBUR

Dan kau juga wanita sesungguhnya. Lonceng neraka. Mari kita membuat turunan mayor-mayor tambur, bagaimana? (MEMELUK MARIE)

MARIE

Lepaskan.

MAYOR TAMBUR

Kau kucing betina.

MARIE

Hanya boleh pegang.

MAYOR TAMBUR

Kau memiliki setan di matamu.

MARIE

Apa pedulimu.

ADEGAN IX

DI JALAN; KAPTEN, DOKTER

KAPTEN (BERJALAN SAMBIL MENGKIS-MENGKIS, SEBENTAR BERHENTI MELIHAT SEKELILING)

Jangan cepat-cepat, Dokter. Hentikan tongkat itu. Buru-buru seperti mau mati saja. Laki-laki baik dengan otak yang jernih, tidak berjalan seperti berlari begitu. Seorang lelaki yang baik…. (MEMBUKA JAS DOKTER). Dokter, ijinkan saya menyelamatkan nyawa seseorang.

DOKTER

Aku terburu-buru, Kapten.

KAPTEN

Dokter, saya merendahkan diri dan jadi sentimental Apabila pakaian seragam ini saya gantung, saya segera menangis.

DOKTER

Napas memburu, gemuk terlalu banyak lemak, leher pendek, bentuk palopektis. Kapten akan menderita Aplopexia Cerebia, mati syaraf. Mungkin hanya sebelah saja, ya mati separuh. Kalau tuan beruntung hanya mental tuan saya yang terganggu, tuan masih bis makan sayuran.

Itulah yang akan menimpa diri tuan dalam empat minggu ini, saya yakin penyakit tuan adalah yang paling menarik. Jika memang Tuhan menghendaki, mungkin lidah tuan mati separuh, maka eksperimen kami akan betul-betul abadi.

KAPTEN

Jangan menakut-nakuti saya dokter. Orang bisa mati karena ketakutan. Yah, hanya karena katakutan itu saja. Itu telah banyak saya lihat. Dengan hanya bunga ditangannya mereka dan orang-orang itu hanya berkata “ia orang baik-baik semasa hidupnya” kau setan pembunuh.

DOKTER

Kapten tahu apa ini? (MENUNJUK TOPINYA) inilah yang disebut tuan Kepala Kosong. Si pencabut nyawa.

KAPTEN (MENUNJUK KE LOBANG KANCINGNYA)

tuan tahu siapa ini? Inilah tuan otak Lumpur, setan pembunuh. Hahahaha…… main-main saja, saya orang baik. Tapi saya juga bisa bermain seperti itu (WOYZECK MENCOBA MELEWATI MEREKA) hey, Woyzeck. Kemna tebruru-buru? Sabar Woyzeck. Kenapa ia lari seperti pisau cukur membabati rumput, tuan bisa digarapnya. Seperti akan menghadapi satu resimen kerajaan yang bisa dicukurnya saja. Bagaimana pendapatmu dengan jenggot-jenggot panjang, Woyzeck? Bagaimana Woyzeck, jenggot panjang….

DOKTER

Ah, ya. Woyzeck, sei jenggot panjang. Bagaimana mungkin kau tak menemukan jenggot panjang di mangkuk sup mu. Apa? Ada? Jenggot tukang mesin? Punya bintara? Punya Mayor Tambur? Bagaimana Woyzeck? Kau punya wanita tiada bandingnya.

WOYZECK

Betul. Apa maksud Kapten?

KAPTEN

Bagaimana seseorang membuat muka. Yah, barangkali tidak di dalam sup, tetapi kalau kau cari di pojok-pojok, mungkin kau masih bisa menemukan sepasang bibir. Sepasang bibir Woyzeck. Telah aku rasakan juga mesranya Woyzeck. Mengapa kau jadi pucat?

WOYZECK

Kapten, saya ini orang susah, tidak punya apa-apa. Kapten, apa kapten bercanda?

KAPTEN

Bercanda? Denganmu Woyxeck?

DOKTER

Denyutmu, Woyzeck, denyut nadimu pendek-pendek, kuat meloncat-loncat tak teratur.

WOYZECK

Kapten, bumi ini panasnya seperti neraka, tetapi saya merasakan dingin seperti es. Neraka itu dingin. Berani bertaruh? Tak mungkin. Ya, Tuhan tak mungkin.

KAPTEN

Prajurit, apa kepalamu ingin kutembak? Pandangan matamu sangat menyakitkanku. Woyzeck. Tapi aku ingin menolongmu, sebab kau orang baik.

DOKTER

Otot muka tegang, kaku, kadang-kadang gugup. Sangat mudah tersinggung.

WOYZECK

Permisi, sesuatu bisa terjadi. Ya Tuhan. Apa yang akan terjadi? Udara sangat bagus, Kapten. Langit merah, bersih dan biru mengundang orang tak lagi memaku diri di sana. Oleh karena kebimbangan diantara ya, ya dan ya. Ya dan tidak kapten? Apakah ya dan tidak itu salah? Akan kupikir-pikir.

PERGI DENGAN LANGKAH PANJANG. PELAN. MAKIN LAMA, MAKIN CEPAT.

DOKTER 

Ajaib (MEMANGGIL WOYZECk)

Woyzeck, naik pangkat.

Cuaca bagus.

ANDRESS

Hari minggu yang cerah. Musik di luar kota. Pelacur sudah siap, orang-orang berkeringatan. Hiburan banyak.

WOYZECK

Gundah menari, Andress. Mereka menari-nari.

ANDRESS

Di rumah kuda dan bintang

WOYZECK

Menari-nari

ANDRESS

Aku tak peduli

Pelayan rumah orang periang

Duduk di kebun semalaman

Prajurit baris berdatangan

WOYZECK

Andress, aku gelisah.

ANDRESS

Sinting kau.

WOYZECK

Aku harus keluar. Soal itu bolak-balik di mataku. Menari-nari sampai tangannya panas. Kurang ajar dia, Andress.

ANDRESS

Apa yang kau inginkan?

WOYZECK

Aku harus pergi. Memastikan diriku.

ANDRESS

Kau sudah gila. Untuk perempuan sundal itu?

WOYZECK

Aku harus keluar. Di sini panas.

ADEGAN XII

PENGINAPAN; JENDELA TERBUKA. MENARI. BANGKU DI DEPAN RUMAH, DUA ORANG PEMBANTU

PEMBANTU I (MENYANYI)

Kemeja yang kupakai bukan milikku dan jiwaku harum bau anggur.

PEMBANTU II

Hey tetangga, kuberitahu demi persahabatan seadanya

KOOR

Pemburu tepian Rhine

Melewati hutan berpacu kuda

Haleee…halo. Betapa bebas lepas

Melintas di padang luas

Hidupku pun diburu-buru

mendengar apa-apa.

ANDRESS

Memang, biarkan mereka dansa. Akhirnya toh akan kecapekan. Tuhan melindungi kita semua. Amin.

WOYZECK

Suara it uterus menerus. Tikam. Tikam. Membuka mataku seperti pisau. Belati besar dan tebal menggeletak di meja di lorong sempit. Seorang tua duduk is dekatnya. Itulah pisau yang menggodaku.

ANDRESS

Seharusnya kau minum obat bubuk supaya demammu hilang.

WOYZECK

Jangan berhenti. Jangan berhenti.

ANDRESS

Tidurlah kau. Sinting. (MEREKA TIDUR)

Hati-hati, ia masih di sana dengan seorang temannya.

WOYZECK

Ia mengatakan sesuatu

ANDRESS

Bagaimana kau tahu? Apa yang harus kubilang? Baiklah, ia ketawa dan berkata “berbentuk “. Aduh pahanya, hangat.

WOYZECK (MALU DINGIN)

Jadi itu yang dikatakannya? Mimpi apa aku semalam? Sesuatu tentang pisau? Betul-betul impian gila.

ANDRESS

Kemana kawan?

WOYZECK

Menyediakan anggur untuk Kapten. Ia majikanku. Kau tahu Andress? Perempuan itu satu diantara seribu.

ANDRESS

Siapa?

WOYZECK

Tidak apa. Sampai ketemu lagi.

ADEGAN XVII

TOKO BESI. WOYZECK DAN ORANG YAHUDI

WOYZECK

Pisaunya terlalu mahal

YAHUDI

Jadi beli atau tidak? Putuskan cepat.

WOYZECK

Berapa harganya tadi?

YAHUDI

Pisau bagus dan tajam. Mau menggorok lehermu? Pikirkan baik-baik. Ini saya jual murah kepada Anda, juga ke yang lain. Cara mati yang murah tanpa resiko besar.

WOYZECK

Bisa untuk memotong roti dan…..

YAHUDI

Dua ratus perak.

WOYZECK

Ini (KELUAR)

YAHUDI

Lagaknya saja kayak orang kaya. Dasar keledai.

ADEGAN XIX

BARAK. ANDRESS, WOYZECK MENGOBRAK-ABRIK BARANGNYA

WOYZECK

Jaket ini bukan pemberian, Andress. Barangkali kau mau pakai.

ANDRESS (KIKUK)

Tentu.

WOYZECK

Kalung salib ini dulu milik kakaku, juga cincin ini.

ANDRESS

Tentu

WOYZECK

Aku juga punya lambing suci dengan dua jantung emas murni. Dari dalam injil ibuku dengan tulisan “Seperti tubuhmu merah dan nyeri, biarlah hatiku begitu setiap kali” Ibuku tak bisa merasakan apa-apa lagi. Hanya pada waktu matahari menyinari tangannya. Itu tak jadi soal.

ANDRESS

Tentu.

WOYZECK (MENGELUARKAN DOKUMEN)

Kopral Frederick Johan Franz Woyzeck, penembak resimen 2, batalyon 2 Divisi 4. lahir tanggal 20 Juli. Sekarang aku berumur 30 tahun tujuh bulan dan dua belas hari.

ANDRESS

Frans, kenapa kau tidak periksa ke dokter. Kau menyedihkan, mestinya kau minum obat bubuk agar demammu sembuh.

WOYZECK

Ya, Andres. Jika nanti kayu menutup peti, kau tak akan tahu kepada siapa yang akan ada di dalamnya.

ADEGAN XXI

DI JALAN. MARIE DENGAN GADIS KECIL DI DEPAN PINTU RUMAH WANITA TUA. MENYUSUL WOYZECK

GADIS-GADIS

Matahari bersinar pada pawai lilin

Padi menguning penuh

Mereka menari-nari di padang rumput

Berdua dan saling menyentuh

Seruling berbaris di muka

Di belakang deretan biola

Kaus kakinya merah menyala

GADIS I

Wah, alangkah buruknya

GADIS II

Kau selalu mengada-ada

GADIS I

Marie, menyanyilah untuk kami

MARIE

Aku tidak bisa

GADIS I

Mengapa tidak?

MARIE

Begitulah

GADIS II

Mengapa begitulah?

GADIS III

Nenek, berceritalah

NENEK

Baik, prajurit kecil. Alkisah tersebutlah seorang gadis kecil yatim piatu, sebab semuanya telah meninggal dunia dan tak ada seorang pun di dunia ini. Semua manusia telah mati. Tak putus-putusnya dia mencari orang yang masih hidup. Karena tak ada seorang pun manusia yang dijumpainya. Dia pikir lebih baik ke surga saja. Bulan memandanginya dengan ramah. Tetapi waktu didatanginya, ternyata bulan tak lebih dari sebuah kayu lapuk. Dan dia pun menuju matahari, tapi hasilnya hanya sebuah bunga matahari yang kering. Dan ketika ia menuju bintang-bintang di sana juga tak lain hanya lalat hijau menempel di langit seperti terjerat jaring laba-laba. Lalu dipikirkannya lebih baik ke bumi. Tapi kenyataannya adalah Cuma sebuah gentong kosong dan dia pun merasakesunyian dan menangis. Ia masih duduk di sudut sendirian.

IA MENJATUHKAN PISAU DAN LARI

ADEGAN XXIII

DI PENGINAPAN

WOYZECK

Menari. Semuanya menari, jangan berhenti. Keringat memabu sampai akhir jaman.

MENYANYI

Oh, manis anakku manis

Pikiranmu tak ada salahnya

Bertandang dengan anak-anak pengasuh kuda

Dan kusir di kandang kera

MENARI

Amboi, Cathy. Duduklah. Aku kepanasan 

IA MENCOPOT JASNYA

Begitulah semestinya. Setan mengambil yang satu dan membiarkan yang lain pergi. Cathy kau menggairahkanku. Bagaimana mungkin kau juga kini akan melumer. Cathy, sewajarnya begitu. Nyanyikanlah sesuatu.

CATHY (MENYANYI)

Tak kan lagi kusinggahi Swabia

Pakaian lengkap dan terompah kulepaskan

Bergaun panjang hingga ke kaki

Bukanlayaknya dandanan pelayan

WOYZECK

Tak apa. Kau bisa ke neraka tanpa sepatu

CATHY

Tidak. Bukan begitu manisku. Ambil kembali uangmu. Tidurlah sendiri malam ini.

WOYZECK

Betul. Aku tidak mau berurusan dengan darah setetespun

CATHY

Tapi, apa itu di tanganmu?

WOYZECK

Di tanganku? Mana?

CATHY

Merah. Darah. 

ORANG-ORANG BERDATANGAN

WOYZECK

Darah?

PELAYAN HOTEL

Astaga, darah.

WOYZECK

Aku kira tanganku terluka. Lihat tangan kananku

PELAYAN

Bagaimana mungkin ke sikumu?

WOYZECK

Aku menyekanya

PELAYAN HOTEL

Menyeka tangan kanan dengan tangan kanan. Sungguh berbakat

ORANG SINTING

Dan jari itu berkata “Aku mencium bau. Bau apa yang kurasakan? Manusia milik neraka. Ah, baunya sudah membusuk”

WOYZECK

Persetan. Apa yang kalian kehendaki? Apa urusan kalian? Jangan halangi aku. Atau siapapun yang berani…. Kurang ajar, kalian kira aku membunuh seseorang? Pembunuhkah aku? Apa yang kalian herankan? Bercerminlah. Minggir (LARI)

ADEGAN XXIV

DI KOLAM. WOYZECK SENDIRI

WOYZECK

Pisau, dimana pisau itu? Aku tinggalkan di sini. Itu yang bisa membebaskan aku. Makin dekat. Belum lagi sampai. Tempat apa ini? Apa itu yang kudengar? Sesuatu bergerak. Tidak. Tidak ada apa-apa kecuali kesunyian. Di sana Marie. Marie? Kau tenang saja. Segala sesuatunya tenang.

Mengapa kau pucat Marie? Tali merah apa yang melilit di lehermu? Dari hasil pelacuran dengan siapa itu? Hidupmu jadi hitam karenanya. Hitam. Sudahkah kusucikan? Hingga kembali putih? Rambutmu hitam tergerai tak teratur? Tidak kau jalin hari ini? Ini ada sesuatu. Dingin, basah dan kaku. Pisau itu, aku telah menemukannya. Aku harus buang.

IA LARI MENUJU AIR

Nah, dia tenggelam seperti batu 

MELEMPARKAN PISAU KE DALAM AIR

bulan seperti pedang berlumur darah. Apakah dunia akan di cengkeramnya? Tidak. Letaknya terlalu dekat. Nanti jika mereka berenang…. 

IA MASUK KOLAM LAGI DAN MELEMPARNYA JAUH

Nah, lebih baik. Tapi di musim panas jika orang mencari kerang? Ah, biar saja. Pisau itu akan berkarat. Siapa yang akan mengenalinya lagi? Mestinya aku patahkan saja tadi. Masih bau darahkah aku? Sebaiknya aku mandi. Masih ada darah di sana-sini.

ORANG I

Tunggu.

ORANG II

Kau dengar?

ORANG I

Ugh, di sana. Bunyi apa itu?

ORANG II

Itu bunyi air. Dulu ada seorang tenggelam di sini. Mari kita pergi. Jangan menceritakanya.

ORANG I

Ugh, di sana lagi. Seperti orang sedang tenggelam

ORANG II

Mengerikan. Banyak kabut. Kabut di mana-mana. Kumbang air beterbangan seperti bunyi lonceng pecah. Ayo kita pergi.

ORANG I

Tunggu. Kedengarannya jelas sekali. Keras sekali. Di sana. Ayo.

ADEGAN XXV

DI JALAN. ANAK-ANAK

ANAK I

Ayo kita lihat Marie

ANAK II 

Buat apa?

ANAK I

Astaga, orang-orang pergi kesana (KEPADA ANAK MARIE) Hoi, ibumu mati

ANAK MARIE (SEDANG MAIN KUDA-KUDAAN)

Hip hup hap….

ANAK II

Dimana dia?

ANAK I

Di pinggir jalan menuju danau

ANAK II

Ayo cepat. Kita harus sampai di sana sebelum orang-orang membawanya pulang

ANAK MARIE

Hu hip hap….

ADEGAN XXVI

DEKAT DANAU. POLISI, PETUGAS KEJAKSAAN, DOKTER DAN HAKIM

POLISI

Pembunuhan kejam, pembunuhan utama. Sebuah pembunuhan manis semanis seperti orang yang harapkan. Pembunuhan tak berarti. Telah lama kita tidak menemui kejadian seperti ini.

 

TAMAT.

Share to Infrastructure Team

Bagikan dokumentasi teknis ini melalui jalur koordinasi.

Bagikan ke WhatsApp

Jelajahi Lebih Lanjut

Temukan lebih banyak

Tentang Kami

Sejarah & pencapaian kami

Berita Terkini

Info terbaru kegiatan kami

Galeri Foto & Video

Dokumentasi kegiatan kami

Sekretariat

Kontak & info organisasi

Logo

Teater Saphalta

Berkarya melalui seni pertunjukan

Ikuti Kami

Instagram YouTube TikTok Facebook

Bagikan Halaman

WhatsApp
Teater Saphalta Teater Saphalta

Panggung kami adalah ruang bagi para seniman untuk bercerita, berekspresi, dan menghidupkan setiap karakter dengan jiwa.

Halaman

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Galeri
  • Artikel & Materi
  • Sekretariat

Konten

  • Sejarah
  • Pencapaian
  • Riwayat Pementasan
  • Album Foto
  • Video
  • Kontak Kami

Semangat Kami

"Setiap pertunjukan adalah jiwa yang hidup di atas panggung."

— Teater Saphalta
Hubungi Kami
© 2026 Teater Saphalta. All Rights Reserved.
Beranda · Kontak · Privacy Policy · Ketentuan Layanan