Kapai - Kapai
Riwayat Pementasan

Kapai - Kapai

Arifin C Noer Produksi 2025, Festival Kanal Kamis, 26 Maret 2026

Deskripsi Projek

Pada produksi kali ini, Teater Saphalta berkolaborasi dengan Teater Sapta dalam sebuah pementasan yang diselenggarakan dalam rangka Festival Kanal oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Kolaborasi ini menjadi bentuk kerja bersama antar kelompok teater dalam mengangkat kembali karya sastra teater Indonesia, khususnya naskah “Kapai-Kapai” karya Arifin C. Noer. Pementasan ini disutradarai oleh M. Fahmi Abdul Rasul dengan mengusung konsep teater rakyat yang dikemas melalui penggunaan panggung arena. Pemilihan bentuk panggung ini bertujuan untuk menciptakan kedekatan antara pemain dan penonton, sehingga interaksi serta penyampaian emosi dapat dirasakan secara lebih langsung. Pertunjukan dilaksanakan di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebagai salah satu ruang pertunjukan yang mendukung eksplorasi artistik tersebut. Kisah Kapai-Kapai berfokus pada tokoh Abu, seorang pesuruh kecil yang hidup dalam tekanan ekonomi dan kondisi sosial yang serba terbatas. Kehidupannya dipenuhi oleh pekerjaan kasar yang terus menerus, tanpa memberikan perubahan berarti terhadap taraf hidupnya. Situasi ini menggambarkan realitas kemiskinan dan keterbatasan yang dialami oleh sebagian masyarakat. Dalam menghadapi kenyataan tersebut, Abu menciptakan dunia khayalnya sendiri sebagai bentuk pelarian dari tekanan hidup. Imajinasi tersebut berpusat pada sebuah dongeng yang pernah diceritakan oleh Emaknya, yaitu tentang “Cermin Tipu Daya”—sebuah benda keramat yang diyakini mampu mengubah nasib seseorang secara instan menjadi kaya dan bahagia. Keyakinan terhadap cerita ini perlahan menjadi obsesi yang memengaruhi cara pandang dan tindakan Abu terhadap realitas. Melalui pementasan ini, kolaborasi Teater Saphalta dan Teater Sapta berupaya menghadirkan interpretasi yang relevan terhadap isu sosial yang diangkat dalam naskah. Pendekatan teater rakyat yang digunakan tidak hanya menekankan aspek hiburan, tetapi juga penyampaian pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Unsur permainan aktor, penataan ruang, serta dinamika panggung dirancang untuk mendukung penyampaian cerita secara efektif dan komunikatif. Produksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih luas kepada penonton mengenai realitas sosial yang diangkat, sekaligus membuka ruang refleksi terhadap harapan, keterbatasan, dan cara individu menghadapi tekanan hidup.