Karya Sastra
Karya Sastra merupakan sebuah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam sebuah karya yang memiliki unsur estetika di dalamnya. Karya sastra lahir di tengah-tengah masyarakat sebagai hasil imajinasi pengarang serta refleksinya terhadap gejala sosial disekitarnya, sehingga karya sastra merupakan bagian dari sebuah bentuk kehidupan suatu masyarakat (Jabrohim, 2001: 61). Schmitt (1982: 16) juga mengungkapkan bahwa karya sastra adalah l’ensemble de textes ayant une dimention esthétique(semua teks yang mengandung dimensi keindahan) bukan kata-katayang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan menggunakan kata yang mengandung makna sangat mendalam dan memiliki unsur keindahan.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sastra merupakan sebuah karya seni yang memiliki bentuk unik, memiliki unsur keindahan yang tinggi serta bersifat imajinatif, sehingga karya sastra dapat memberikan sebuah gambaran kehidupan dalam suatu masyarakat, baik yang menyangkut kehidupan sosial dan politik, maupun budaya suatu masyarakat. Sebagai sebuah gambaran kondisi masyarakat, karya sastra digunakan untuk menyampaikan ide atau gagasan suatu masyarakat terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Karya sastra yang seperti ini dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi, kritik atau masukan bagi penguasa, atau digunakan hanya untuk merekam sebuah peristiwa besar yang terjadi pada masa tertentu.
Selain memiliki unsur keindahan, sastra juga memiliki unsur yang tak kalah penting yakni bahasa. Bahasa sebagai media sastra merupakan bagian terpenting dalam karya sastra, karena tanpa bahasa, pengarang tidak dapat mengungkapkan ide atau gagasan mereka dalam bentukkarya sastra. Karya sastra memiliki berbagai macam jenis di antaranya,puisi, prosa dan naskahdrama. Menurut Herman J. Waluyo dalam bukunya Drama: Teori dan Pengajarannya(2001: 1), naskahdrama adalah yang paling dominan dalam menampilkan unsur-unsur kehidupan masyarakat, di mana pembaca seolah-olah melihat kejadian dalam masyarakat. Hal yang membedakan naskahdrama dengan jenis karya sastra yang lain adalah adanya sebuah dialogdan petunjuk lakuan. Ciri khas suatu teks drama atau naskah drama adalah naskah itu berupa dialog panjang antara dua orang atau lebih dan menjadi gambaran jalannya sebuah cerita dalam drama. Dialog juga harus bersifat estetis, bahkan kadang-kadang juga dituntut agar bersifat filosofis dan mampu mempengaruhi keindahan, karena kenyataan yang dilukiskan harus lebih indah dari kenyataan yang benar-benar terjadi dalam kehidupan (Waluyo, 2001: 21). Biasanya naskah drama terdiri dari beberapa babak atau adegan, dan antar babak tersebut saling berkesinambungan karena hanya mengungkapkan sebuah cerita yang rumit dan penuh liku-liku.