Teori Stanilavski
(1) Perspektif pemikiran yang disampaikan (perspektif logis).
(2) Perspektif dalam penyampaian perasaan yang rumit (perspektif batin).
(3) Perspektif artistik, yang digunakan untuk menambahkan warna dan ilustrasi yang jelas dan hidup pada cerita. Jelas oleh Stanisklavski dijelaskan bahwa lakon mempelajari lakon sebagai suatu keutuhan dengan komperehensif lebih memperkaya persfektif keaktoran dan peran.Imajinasi memiliki peranan penting untuk lebih memperdalam persfektif.
Seni adalah hasil imajinasi, demikian juga halnya dengan karya seorang pengarang drama. Tujuan seorang aktor adalah mempergunakan tekniknya untuk merubah lakon itu menjadi aktualitas teater. Dalam proses ini imajinasi memainkan peranan yang sangat penting sekali. Imajinasi adalah suatu cara bagi seorang aktor untuk mendekati pikiran dan perasaan karakter/tokoh yang akan dimainkan sehingga dia dapat menempatkan dirinya dalam situasi si tokoh. Metode ini merupakan proses imajinasi dimana di aktor melakukan identifikasi dengan karakter/tokohnya.
Di setiap identifikasi dengan tokohnya, si aktor harus melihat pengalaman hidupnya dan pengalaman hidup yang paling relevan untuk ditransfer ke pengalaman hidup yang dimiliki si tokoh. Si aktor harus mampu menyelidiki asal mula dirinya sendiri untuk dapat tulus dan jujur pada realita eksistensi dirinya yang baru. Imajinasi menciptakan hal-hal yang mungkin ada atau mungkin terjadi, sedangkan fantasi membuat hal-hal yang tidak ada, dan tidak pernah ada. Tapi siapa tahu, suatu hari kesemuanya itu mungkin ada. Bagi seorang aktor, proses kreatif ini dipimpin oleh imajinasinya.Membuka pintu imajinasi untuk keaktoran memerlukan teknik yang rumit karena karakter-karakter tokoh tidak diciptakan untuk dilihat secara individu, mereka diciptakan untuk tujuan tertentu sebagai bagian dari keseluruhan stuktur. Hubungan mereka harus jelas menurut mekanisme struktur naskah itu jika hasilnya ingin benar. Karakter tudak dapat dimengerti jika kita tidak tahu bagaimana mereka menjadi bagian dari keseluruhan struktur.
Bertolak dari lakonlah, aktor bisa menggunakan imajinasinya lebih terarah dan rapi. Menganalisa naskah menurut Stanislavsky, berarti membaginya dalam beberapa bagian, agar bisa mengerti dengan baik setiap tujuan peran dan sasaran yang ada dalam naskah.Aktor perlu mencari dan menciptakan tujuan perannya di dalam lakon. Karena itu pembagian sebuah lakon menjadi satuan-satuan dan mempelajari strukturnya memiliki satu tujuan. Di setiap satuan tersimpan suatu sasaran kreatif. Setiap sasaran merupakan bagian organik dari satuan, atau sebaliknya, ia menciptakan satuan yang melingkupinya. Sasaran akan menjadimercusuar yang menunjukkan jalan yang benar. Kesalahan aktor ialah karena mereka lebih memikirkan hasil daripada memikirkan tindakan-tindakan yang harus mempersiapkan hasil itu. Menghindarkan tindakan dan menuju langsung pada hasil, maka aktor akan memperoleh sebuah produk yang dipaksakan yang cuma akan memperlihatkan permainan picisan. Aktor tidak menatap pada hasil. Hendaknya ia bermain dengan benar, penuh dan dengan tujuan yang bulat.