Logo Teater Saphalta  Komunitas Seni Pertunjukan & Teater Jakarta

Teater Saphalta

Berkarya melalui seni pertunjukan

we are part of Teater Sapta

Beranda Tentang Artikel Berita Galeri Sekretariat
Masuk
Beranda Tentang Artikel Berita Galeri Sekretariat
Masuk
Kembali ke Materi Teater
Materi Teater

Rangkuman “Menjadi Sutradara” karya Suyatna Anirun oleh Muhammad Akbar Safari

Diterbitkan: Sabtu, 18 April 2026
Oleh: rijal
Rangkuman “Menjadi Sutradara” karya Suyatna Anirun oleh Muhammad Akbar Safari

Sejarah singkat penulis

 

             Dikenal sebagai Suhu Teater Indonesia terutama di bidang keaktoran. Sebutan yang muncul karena dedikasinya yang tak pernah putus pada teater Indonesia. Lahir di Bandung 20 Juli 1936 dan meninggal 11 Januari 2002. Bergaul dengan dunia drama atau teater sejak masih menjadi pelajar di SLA, dan sejak itu teater tidak pernah lepas dari kehidupannya. Pada 30 Oktober 1958, ketika kuliah di Departemen Seni Rupa ITB mendirikan Studiklub Teater Bandung, bersama-sama dengan Jim (Lim) Adilimas (yang sejak tahun 1967 menjadi aktor di Paris, Prancis), Sutardjo Wiramihardja, Tien Sri Kartini, Soeharmono Tjitrosoewono, Gigo BS, dan Adrin Kahar. Sejak itu setiap tahun disutradarainya sekitar empat pergelaran teater (drama modern).

 

BABAK 1

Perihal Sutradara

  • Menyutradarai sebuah lakon dalam banyak cara kondisinya sama saja dengan menjadi pelatih tim atletik atau memimpin sebuah paduan suara, atau menjadi dirigen dari sebuah orkestra. Semua kegiatan ini memerlukan kepemimpinan yang bertanggung jawab dari orang yang terlatih dengan baik. Seorang sutradara yang memimpin sebuah pertunjukan sandiwara adalah sebuah tenaga yang membimbing, seorang pelatih, dan seorang konduktor dari produksi lakon. Dia bertanggung jawab atas segala hal yang berlangsung di panggung sepanjang pertunjukan ditampilkan bersamanya ada pimpinan pentas menata artistik penata musik dan penata yang lainnya oleh karena itu penting bagi seluruh pendukung untuk menyadari dan memiliki pandangan jernih pada kekuatan pertunjukan.

 

Apa itu sutradara

  • Posisi sutradara dalam teater modern berada pada kekuatan kontrol untuk mempersatukan seluruh unsur produksi sebuah lakon. Mereka memiliki multifungsi, orang-orang dengan multi bahkan, yang bersepakat bekerja sama dalam sebuah media seni dalam masyarakat kita.

Peranan sutradara

  • dari seluruh kegiatan produksi sutradara merupakan poros keberhasilan ia diadakan untuk bertanggung jawab atas keputusan-putusan yang mempengaruhi seg artistik dan tindakan pula segi finansialnya.
  • Dalam menangani sebuah lakon yang telah dipilih orang sutradara harus mampu memimpin para pendukung pada kerja kerja praktis lebih dari apapun untuk mencapai keberhasilan, seorang sutradara harus mampu bekerja sama dengan seluruh para pendukung produksi.
  • Posisi sutradara teater modern berada pada kekuatan kontrol untuk mempersatukan semua unsur.
  • Sutradara adalah para penterjemah, para guru, dan para seniman kreatif.
  • Sutradara akan mengawali kerjanya dengan mengendalikan seluruh unsur produksi.

 

Memasukan ide-ide

  • Menjajakan ide adalah hal wajar untuk seniman teater sebelum ia tuangkan ke dalam bentuk pertunjukan.
  • Konsep garapan merupakan gabungan dari kemauan naskah dan garapan sutradara.
  • Keindahan pagelaran yunani purba yaitu kenyataan puisi yang terungkap diatas pentas

Sadar Ruang Dan Bentuk.

  • Ketika tampil di pentas para seniman secara kreatif menafsirkan naskah kedalam bentuk garapan.
  • Ketika seniman percaya akan ruang dan bentuk maka sang seniman akan menghasilkan karya  yang “meruang” yang diperhatikan orang.
  • Teater merupakan sarana eksploitasi manusia oleh “manusia”

Hubungan naskah dengan sutradara

  • Di tangan seorang sutradara seperti sudah dikemukakan naskah lakon bagaikan sebuah partitur musik di tangan dirigen. Untuk menjadi kenyataan teater, Naskah tersebut mengalami proses transformasi yang cukup panjang dan unik. Yang penting harus ada hubungan batin antara sutradara dan naskah. Sutradara harus menyukai naskah yang digarapnya nggak memungkinkan pengembangannya sebagai sumber kreativitas yang baik.

 

Hubungan pemain dengan naskah

  • Naskah adalah sumber ide-ide pelaku bagi seorang pemain atau aktor dengan sebanyak mungkin membaca naskah secara efektif, kita bisa memperbandingkan dan mengenal makna naskah menarik dan mana yang tidak menarik. mana naskah yang kuat dan mana ada yang kurang kuat.

     

Hubungan naskah dengan panggung

  • Dalam masalah akun untuk panggung pengertian bingkai waktu dan tempat perlu dijabarkan sebagai keharusan adanya penyesuaian atau konsentrasi terhadap keberadaan panggung sebagai sarana utama penampilan lakon . Panggung dengan segala kemungkinan tekniknya, tata cahaya, setting, Tata Suara dan data peralatan yang tersedia adalah persinggahan terakhir dari keadaan lakon yang dipentaskan.

     

BABAK II

Ruang Dalam Lingkup Seni

  • Ruang adalah sebuah totalitas, karena teater bersifat audio visual.
  • Tugas utama seorang aktor adalah memainkan peran yang sudah diberikan kepadanya 4 unsur yang mengusung terciptanya teater   .yaitu :naskah, pemain. Gedung pertunjukan, penonton.
  • Didalam Teater ruang itu terdiri dari ruang nyata,waktu , dan interaktif. 

 

Empati dalam Teater

  • Hampir semua respon motorik kita dalam kondisi tertentu yaitu menirukan hal yang sudah kita lihat
  • Ketika kita melihat tarian yang indah maka kita akan merasakan keindahan tarian tersebut
  • Tidak semua respon empatik, bahkan respon empatik yang menyenangkan bersifat estetis

Produksi drama sebagai proses desain

  • Sejauh ini kita sudah membicarakan Apa itu daya tarik dalam teater, ideal ideal artistik dan maksudnya dalam hubungannya dengan produksi drama kini seorang sutradara harus menterjemahkan semua itu ke dalam kenyataan, melalui proses pencarian pelaksanaan perencanaan kreatif atau komposisi dalam seni rupa umumnya disebut desain
  • Cara terbaik untuk mempelajari prinsip-prinsip desain adalah dengan menilai keadaan dan perkembangan seni primitif secara umum orang mengatakan bahwa seni primitif adalah hampir selalu seni yang baik tetapi seni secara umum adalah produk yang dibuat-buat atau artificial.

 

BABAK III

Pemain sebagai kekuatan yang menghidupkan

  • Struktur fisik seorang aktor sangat menentukan kesan yang akan ditampilkan.
  • Sifat,respon, gesture darin sang aktor sangat menentukan penampilan aktor.
  • Dialog sang aktor harus memberikan informasi tentang emosi, integelensi, usis, dan kondisi fisik sosial

Peralatan seorang sutradara.

  • Naskah adalah bentuk/sarana yang terdiri dari berbagai unsur diberikan kepada pemainnya.
  • Unsur pemain yang menghadirkan akting secara optimal.
  • Tempo dan irama juga bisa disebut jarak langkah.

 

BABAK IV

UNSUR TAFSIR SEORANG SUTRADARA

  • Dalam Teater sebagai seni gagasan sebelum menjadi teater, ia berproses secara teknis melalui sebuah tafsir.
  • Selama berproses kita tidak boleh lalai karena akibatnya bisa lalai.
  • Proses produksi adalah perang sesungguhnya.

 

Dari Naskah sampai kepada pertunjukan Teater

  • Proses memilih Naskah garapan bagaikan sebuah perjalanan menuju sebuah kehidupan nyata.
  • Menguraikan Naskah menurut pentahapan peristiwa dan suasana.
  • Menguraikan isi Naskah menjadi rincian pengadeganan atau peristiwa.

 

Proses Produksi

  • Sebelum seorang Sutradara memimpin latihan-latihan, ia harus menjalin kesepakatan dengan pimpinan prosuksi dan seluruh unsur pendukung pagelaran.
  • Sutradara menentukan bloking yang disusun untuk menghidupkan  laku dengan gerakan-gerakan.
  • Proses produksi yang nyata akan terasa setelah seluruh elemen pendukung pagelaran mulai berkumpul  dan melakukan tugasnya masing-masing.
Materi Lainnya Bagikan

Jelajahi Lebih Lanjut

Temukan lebih banyak

Tentang Kami

Sejarah & pencapaian kami

Berita Terkini

Info terbaru kegiatan kami

Galeri Foto & Video

Dokumentasi kegiatan kami

Sekretariat

Kontak & info organisasi

Logo

Teater Saphalta

Berkarya melalui seni pertunjukan

Ikuti Kami

Instagram YouTube TikTok Facebook

Bagikan Halaman

WhatsApp
Teater Saphalta Teater Saphalta

Panggung kami adalah ruang bagi para seniman untuk bercerita, berekspresi, dan menghidupkan setiap karakter dengan jiwa.

Halaman

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Berita
  • Galeri
  • Artikel & Materi
  • Sekretariat

Konten

  • Sejarah
  • Pencapaian
  • Riwayat Pementasan
  • Album Foto
  • Video
  • Kontak Kami

Semangat Kami

"Setiap pertunjukan adalah jiwa yang hidup di atas panggung."

— Teater Saphalta
Hubungi Kami
© 2026 Teater Saphalta. All Rights Reserved.
Beranda · Kontak · Privacy Policy · Ketentuan Layanan