Rangkuman "MENJADI AKTOR“ karya Suyatna Anirun oleh Muhammad Akbar Safari
BABAK I.
PENDEKATAN MASALAH
Layar 1. Akting Untuk teater dan Sinem
• Naskah ( Skenario ) adalah instansi pertama yang digarap sutradara, skenario untuk sinema maupun pentas tentu disusun dengan teknik yang berlainan, disesuaikan dengan kebutuhan pengadegannya an visualisasinya.
• Yang menjadi media cipta seni drama adalah manusia atau sekelompok manusia yang berkreasi dalam suatu kerja ensamble
• Aktor seni drama bermai dari awal sampai akhir lakon secara keseluruhan tidak terputus putus seluruh naskah apalagi dialog dialog yang harus diucapkannya. Akan tetapi jika aktor yang harus sama harus membawakan cerita di depan kamera, dengan teknik pengambilan yang sepotong demi sepotong, shoot demi shootm maka lantas pekerjaanya tidak jadi lebih mudah
Layar 2.
Kamera, Mata, dan Hati ( sebuah pendekatan terhadap seni peran (Akting) dalam film )
• Proses persiapan seorang aktor, dari membaca naskah, menafsirkan /menganalisis (bersama sutradara) menghapal dialog, adalah proses pemeranan biasa, yang sama dengan proses pemeranan seni drama dan sinetron.
• Teknik dasar untuk semua pemeranan adalah konsentrasi. Pengertian konsentgrasi tidak terbatas kepadda pemusatan pikiran dan tenaga rohani ketika sedang beraksi ddiatas pentas atau dimuka kamera konsentrasi dibutuhkan dalam seluruh proses pembentukan peran
• media dalam peran adalah tubuh, sukma dan intelegensi si aktor , unsur unsur itu lah yang harus dilatih sesuai dengan sosok yang didiamkan kelebihan seorang aktor dengan manusia biasa adalah dalam keluwesan menggunakan unsur unsur tersebut.
Layar 3.
Naskah lakon untuk teater dan sinema
• Prinsip dari seni drama adalah peristiwa bersama atau peristiwa teater. dalam peristiwa teater akan berkembang suatu atmosfer teatral yang hadir apabila naskah nya sedang dimainkan dan dikembangkan suasananya oleh suatu kelompok prodduksi.
• Naskah lakon atau scenario adalah sarana untuk menciptakan kerjasama tersebut. Ia membuat susunan pengadegan demi pengaegan, disertai petunjuk tehnis pengambilan melalui kaamera.
• Sebagaimana sarana pertama alam proses kerja ensemble yang panjang dan kompleks. Naskah itu harus jelas tambahannya, harus langsung membuka mata imaji para sutradara dan para penata artistic juga memberi peluang yang luas bagi pengembangan didalam nya.
Layar 4.
Bentuk dalam karya seni
a. Gagasan pertama tentang drama
Ciri yang paling mendasar ddari suatu drama adalah tujuannya, yaitu menarik perhatian (mempesona) penonton selama pertunjukan berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Seni menulis drama pun ialah menyusun peristiwa peistiwa yang merangsang yang secara bertingkat mencapai puncak ketegangan pada klimaks cerita.
b. Perkembangan teater masa kini
Seniman sebagai warga masyarakat menyadari diri dan lingkungannya – berkonfrontasi menentang kenyataan kenyataan yang menekannya mereka menciptakan pengaddegan pengadegan/ peristiwa – peristiwa dengan alur cerita (bisa juga tanpa alur cerita) yang sarat gagasan gagasan dan kritik yang menggambarkan keberpihakan biasa disebut teater subjektifitas sutradaranya.
BABAK II.
Layar 1.
Naskah Lakon
a. Penulis naskah dan karya nya
Dalam kondisi normal, sebuah lakon yang dipentaskan bersumber dari seorang penulis lakon.
b. Ada tiga tahapan yang harus dilalui sutradara dalam mewujudkan transformasi dari bentuk naskah jadi sebuah pementasan teater. Tahapan yang dimaksudd adalah
• Mensiasati medan
• Perencanaan/pra produksi
• Proses produksi
c. Aktor dan naskah lakon’
Naskah lakon addalah sumber idea idea laku bagi seorang aktor.
MERANCANG BENTUK
Layar 4. Pengantar
• Tahap akhir karya seorang aktor adalah menyertakan bobot peran dalam pemerananny, dalam mana terangkum dalam subyek material (instansi pertama) tehnik dan metode.
• Peran telah memberinya bentuk dan organisasi yang selalu mempertimbangkan unsur balance/keseimbangan, komposisi dan proporsi maka bagian bagiannya baur jadi satu dalam keseluruhan.
• Pengertian bentuk dalam seni eran mengacu pada jenis sosok manusianya yang secara morfologis terbagi dalam tipe atletis, tipe fitness, dan ektomorfik. Memang gambaran sosok peran tersebut tak Biasanya kita dapatkan dari teks atau naskah lakon.
BABAK III.
Enerji pengembangan
Layar 1. Aktor dan tubuh nya
- pengantar
Kendala utama dalam proses pembentukan seorang aktor adalah diri si atur sendiri titik kita harus menelaah Ada apa di dalam diri seorang aktor, sama saja seperti yang ada pada diri setiap orang, yaitu ada raga dan Sukma.
- Proses Tanah Liat
Persiapan mental. Seluruh proses latihan drama bagi seorang pemuda dapat diibaratkan dengan proses tanah liat yang diolah untuk dibuat sebuah jembangan yang indah.
- membebaskan tubuh
Latihan olah tubuh adalah suatu proses pemerdekaan, kemerdekaan dalam hal ini adalah suatu batu loncatan yang memungkinkan anda dan tumbuh Anda siap mengabdi pada akting pertama.
AKTOR MENGISI RUANG
• berpikir konstruktif artinya selalu melihat ke muka sebagai bidang yang mengundang pengharapan.
• Penyerahan diri sepenuhnya yang berarti calon pemeran selalu siap menghadapi segala sesuatu yang timbul selama latihan dengan hati yang mantap.
• aktor justru baru menemukan bentuk akhir itu pada saat pementasan bahkan pada hari kedua atau ketiga pementasan al itu merupakan pernyataan yang patut dipahami dan dikaji kembali oleh setiap aktor.
PROSES MEMBAWAKAN PERAN
Seorang pemeran bersama seluruh staf produksi berusaha menghidupkan naskah lakon ke dalam kenyataan teater latihan-latihan persiapan nya tidak bisa lepas dan unsur jalan diri siap tersendiri yang menghadapi naskah lakon saudara pemain-pemain lain serta seluruh staf produksi dalam prosesnya mas kalau kuning jadi sumber inspirasi sutradara telah dipelajari dan dikuasai selesai dianalisa dan ditafsirkan tafsir di delcon keseluruhan taksir bentuknya tafsir suasana klimaks klimaks dan tafsir perawat akan dibawa ke arena latihan disampaikan kepada para calon pemeran.